Showing posts with label italia. Show all posts
Showing posts with label italia. Show all posts

Monday, October 20, 2008

Makam Maracus Nonius Macrinus, Sang Jendral Gladiator di Temukan!!!

http://cache.boston.com/resize/bonzai-fba/Globe_Photo/2008/10/17/1224216185_3411/539w.jpg

Makam seorang jenderal yang diduga menjadi inspirasi tokoh utama film The Gladiator berhasil ditemukan di kota Roma, Italia.

Makam Maracus Nonius Macrinus adalah satu dari beberapa penemuan arkeologi yang berhasil dilakukan di kota itu baru baru ini.Marcus Nonius Macrinus dulu merupakan jenderal kesayangan Raja Marcus Aurelius, dan membantunya memenangkan peperangan di Eropa. Dia diyakini merupakan salah satu inspirasi dalam menggambarkan tokoh Maximus Decimus Meridius yang diperankan oleh Russel Crowe dalam film Gladiator.

http://www.smh.com.au/ffximage/2008/10/17/crowe_wideweb__470x353,0.jpg

Namun, meski dalam film tokoh itu juga menjadi kesayanagan Marcus Aurelius dan turun ke medan perang di abad ke dua setelah Masehi, hanya itu kesamaan mereka. Jenderal Romawi yang sebenarnya ini tidak tercatat telah dijual sebagai budak dan kembali ke Roma sebagai gladiator yang hendak membalas dendam seperti dalam film itu.

‘Kuburan ‘besar’

Kuburan ini ditemukan di lokasi pembangunan di Via Flamina. Sebagian besar balok marmer, tulisan dan dekorasi masih terpelihara dengan baik karena terlindung oleh lumpur yang meluap saat terjadi banjir Sungai Tiber satu abad lalu.Ini adalah “monumen Romawi kuno paling penting yang ditemukan dalam 20 atau 30 tahun ini”. ujar ahli arkeologi senior Daniela Rossi. Lebih dari 10 tulisan di makam itu merinci kehidupan Marcus Nonius Macrinus.

Jenderal ini berasal dari Brescia, Italia utara, menjabat sebagai komisaris polisi, hakim, wakil di Asia dan tangan kanan Raja Marcus Aurelius, yang memintanya berperang melawan suku Jerman di Eropa Utara. “Tokoh di film yang dimainkan Russel Crowe pergi dan turun dalam perang-perang itu. Dan dia merupakan teman dekat Marcus Aurelius, secara kronologis keduanya berada dalam periode yang sama. Namun tokoh di film itu memiliki cerita yang sedih dan berakhir dengan kepiluanm, sementara Jenderal kami ini menjadi orang kaya dan terkenal,” ujar Profesor Rossi.

Sebagian besar makam itu tertutup lumpur, dan Profesor Rossi mengatakan para pakar arekeologi bekerja siang malam untuk menggalinya. “Mungkin kami juga akan menemukan peti mayat dari batu. Terlalu cepat untuk mengatakan besaran peti mayat itu, namun terlihat ada jajaran kotak sepanjang 15 m, jadi cukup bear,” ujarnya.

Kantor berita Associated Press melaporkan pakar pekerja bangunan sedang terlibat dalam proyek renovasi sebuah stadion rugby saat menemukan satu kompleks pemakaman yang teratur seperti preumahan, blok dan jalan sebuah kota sebenarnya. Sementara itu menurut para pakar arkeologi yang sedang merestorasi tempat tinggal keluarga kerajaan di jantung kota Romawi kuno juga melorkan telah menemukan tempat yang diduga merupakan besar jalan bawah tanah tempat pembunuhan Kaisar Caligula oleh pengawalnya.

Tuesday, October 14, 2008

Tentara Italia Dilatih Nenek 77 Tahun

Roma - Jangan meremehkan Keiko Wakabayshi, nenek 77 tahun. Tinggi tubuhnya memang tak lebih dari 150 cm, tapi dia orang paling dihormati tentara Italia. Wakabayshi memang bukan sembarang nenek. Dia seorang master jujitsu yang melatih bela diri tentara Italia. Perempuan berjuluk Samurai Granny atau Nenek Samurai itu melatih calon-calon tentara dalam pertempuran satu lawan satu.

Tubuh Nenek Wakabayshi terlihat mungil dibandingkan dengan anak-anak didiknya yang kebanyakan tingginya lebih dari 180 cm. Namun pensiunan itu menguasai jujitsu, kenjitsu, judo, kendo, dan karate.

Dengan sederet ilmu bela diri itu, setiap hari Nenek Samurai dengan mudah membanting puluhan tentara di brigade Folgore di barak mereka di Livorno.

Setiap tentara di Brigade Folgore pernah menjadi 'korban' si nenek super ini. Kalau saja pertarungan mereka bukan latihan, tentu mereka bakal malu setengah mati. Maklum, Brigade Folgore dikenal karena keberaniannya di Afrika Utara pada Perang Dunia II.

Perempuan Jepang yang kini tinggal di Italia itu selalu mengajarkan pada murid-muridnya bahwa tak ada sesuatu yang mustahil. Setelah berhasil menjatuhkan tentara bertubuh besar dia biasa bilang, “Jangan mengira yang seperti tadi (menjatuhkan lawan lebih besar) sesuatu yang mustahil. Fisik bukanlah masalah.

”Berlatih tanding dianggap sebagai metode paling efektif untuk mengajarkan bela diri. Para pejabat senior militer berharap pengalaman dipermalukan seorang perempuan tua akan menjadikan tentaranya tangguh.

Nenek Wakabayshi memang keturunan pendekar samurai. “Pendekar Ueshiba Kissomaru yang mengajari saya banyak hal,” ujarnya. Wakabayshi juga dikenal punya hati baja. Setelah selamat dari hujan bom Sekutu pada Perang Dunia II, perempuan ini belajar aikido. Berangkat dari sana, dia menjajal berbagai jenis ilmu bela diri lain.

Di tangan perempuan yang sekilas tampak tak berdaya itu, ketangguhan fisik dan hasil latihan para tentara seakan tak ada gunanya. Mereka seperti lembaran daun yang dengan mudah dibanting.