Friday, October 24, 2008
dear mr president
arthur kemal
To
Mr.Susilo Bambang Yudhoyono
Subject
Protect Forests Save Our Climate Now!
Dear Mr. President,
Indonesia is currently losing its forests faster than any other major forested country. According to FAO (2006), Indonesia loses at least 1.8 million hectares of forest per year, making Indonesia the third largest greenhouse gas emitter in the world, after the United States and China. The main source of Indonesia’s emissions is deforestation.
The main drivers of Indonesia’s fast rising deforestation are large-scale logging for pulp and paper and timber, peatland clearance for palm oil expansion and the forest fires that rage every year as more priceless forests are cleared. Floods, drought and changes in the climate pattern related to food security also cause forest destruction in Indonesia.
Sir, you made a commitment to reduce Indonesia’s greenhouse gas emissions from deforestation by 50% by 2009 at the G8 meeting in Hokkaido this year. I urge you to uphold your commitment and to implement an immediate moratorium on all forest conversion, including expansion of oil palm plantations, industrial logging, and other drivers of deforestation.
This moratorium will not only help curb the country’s greenhouse gas emissions, but will also safeguard the wealth of tropical biodiversity and protect the livelihood of forest dependent communities all across Indonesia.
Sir, please help to Protect the Forests to Save the Climate
Thank you for your time and consideration on this important matter.
Arthur K.P.
Thursday, October 16, 2008
Mahmoud Ahmadinejad Presiden yang Sederhana
“Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
| Click this bar to view the full image. |
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
| Click this bar to view the full image. |
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
| Click this bar to view the full image. |
12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.
| Click this bar to view the full image. |
13. Dimanapun dan kapanpun jika telah masuk waktu sholat maka sang presiden akan menggelar alas untuk melaksanakan sholat.
| Click this bar to view the full image. |
14. Presiden enggan bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya dan menggantinya dengan cara membungkuk penuh hormat kepada wanita yang mengajaknya bersalaman.
| Click this bar to view the full image. |
Kapan indonesia mempunyai pemimpin seperti ini
Wednesday, October 15, 2008
Mahmoud Ahmadinejad The Phenomenon
Program nuklir kami ditentang oleh negara yang setiap bulannya membangun 10 reaktor nuklir. Kalau memang energi nuklir berbahaya, mengapa mereka masih memilikinya? Dan kalau memang energi nuklir membawa begitu banyak kebaikan, mengapa kami tidak boleh memilikinya?
Teknologi nuklir adalah teknologi paling maju dalam bidang energi dewasa ini. Jika Iran dapat menguasainya, maka ekspor minyak dapat ditingkatkan sehingga dapat memperlancar masuknya devisa negara.
Sesungguhnya Barat tidak ingin negara-negara lain menguasai teknologi nuklir, karena mereka ingin agar saat krisis energi terjadi, negara-negara berkembang membeli energi teknologi tersebut dengan harga mahal.”
Ahmadinejad hanyalah seorang dosen bergelar Ph.D Transportasi Kota yang tinggal di gang buntu, pergi ke mana-mana dengan Peugeot tahun 1977 dengan menggunakan pakaian biasa dan sepatu bolong. Hal itu masih terus dilakukannya ketika dia diangkat menjadi gubernur Teheran, bahkan ia menjadikan kediaman gubernur Teheran sebagai museum, dan memilih tinggal di rumah jalan buntunya. Ia tidak segan membersihkan got jika selokan mampet, bahkan kerap menyapu jalan sebagai bukti solidaritas sosialnya.
Ketika pencalonan presiden pun, ia tidak bermodalkan apa-apa dibandingkan lawan politiknya yang menghabiskan miliaran untuk dana kampanye. Akan tetapi, kesederhanaannya lah yang membuat ia dipilih 61% rakyat Iran sebagai presiden.
Ketika ia dipilih menjadi presiden, dia membagi-bagikan saham gratis (duh namanya lupa) kepada rakyat Iran. Pinjaman modal bagi pasangan baru menikah dilipatduakan dari 6 juta xx menjadi 12 juta xx (gak tau mata uang Iran). Bahkan ia mendirikan program pengayaan uranium. (Aksi lain yang dilakukannya juga lupa…)
Diambil dari buku Ahmadinejad yang baru dibaca, CMIIW
Ada lagi dari milis :
“REFRESHING”
>
>
> Dari rekan yg berada di Iran, Dina Sulaeman, ada
> cerita menarik ttg
> presiden baru Iran, Ahmadinejad ;
>
> ———-
>
> Kuantar Kau ke Meja Kerja
>
> Seperti saya tulis di situ, meskipun saya sudah
> hampir enam tahun
> tinggal di Iran, baru sekarang-sekarang ini saya
> memperhatikan serius
> kondisi perpolitikan Iran. Sekarang, ada peristiwa
> unik lagi yang saya
> saksikan di televisi: upacara tanfiz (di Tehran
> Times, diartikan
> dengan ‘installation ceremony’…saya langsung
> tertawa membacanya,
> apalagi, disambung celetukan teman sekantor saya:
> lho, berarti Khatami
> di-delete? Suami nambahin: bukan, di-uninstall!).
>
> Upacara tanfiz adalah pembacaan surat pengesahan
> atas hasil pemilu
> kepresidenan dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran
> (Rahbar, saat ini
> dijabat oleh Ayatullah Khamenei). Surat itu
> dibacakan oleh Khatami.
> Artinya, jika hasil pilihan rakyat ternyata tidak
> sesuai dengan
> kemaslahatan negara, bisa saja Rahbar tidak
> memberikan pengesahan, dan
> dilakukan pemilu ulang. Hak ‘veto’ ini dimaksudkan
> untuk mencegah
> seseorang yang tidak layak untuk naik jadi presiden
> (dalam demokrasi
> liberal, bisa saja kan ada orang yang tidak layak,
> misalnya preman
> atau mafia ekonomi, tapi dengan kekuatan uang dan
> pengaruhnya, dia
> berhasil memenangkan pemilu…contohnya aja di
> Indonesia, ada preman
> yang bisa jadi anggota MPR).
>
> Nah, yang unik di sini…siapa yang duduk di samping
> Khatami dan
> Ahmadinejad? Rafsanjani! So, dua orang yang bersaing
> dalam pemilu
> putaran kedua itu, sama-sama duduk di acara itu
> (jadi inget Megawati,
> yang nonton acara pelantikan SBY lewat televisi pun
> ogah). Oya, dulu,
> sepekan setelah pemilu, Rafsanjani yang kalah
> pemilu, tetap
> melaksanakan tugas sebagai khatib Jumat dan
> menyerukan rakyat untuk
> bersatu mendukung presiden baru.
>
> Yang lebih unik lagi setelah acara itu, Khatami
> menggandeng tangan
> (bener2 digandeng loh!) Ahmadinejad, menuju kantor
> kepresidenan. Jadi,
> si mantan presiden menghantarkan presiden baru
> langsung ke meja
> kerjanya!
>
> Saat menonton adegan tersebut di TV, suami
> berkomentar nakal,
> “Mah…liat tuh sepatunya!” Apa pasal? Beberapa
> waktu lalu, sekitar 2-3
> hari setelah menang pemilu, Ahmadinejad disorot
> televisi sedang
> melakukan kunjungan ke suatu tempat. Nah, si
> kameramen nakal, sengaja
> meng-close up sepatu si bapak, yang ternyata
> warnanya coklat dan
> lusuh. Saya waktu itu tidak melihat, hanya
> diceritakan suami. Jadi,
> sekarang saya pelototin bener-bener tuh, layar
> televisi. Sekilas
> memang terlihat, sepatunya Khatami hitam mengkilat
> dan sepatunya
> Ahmadinejad…still that old brown shoes!
>
> Kembali ke adegan Khatami mengantar Ahmadinejad ke
> ruang kerja
> kepresidenan. Mereka bercakap-cakap sebentar sambil
> senyum-senyum,
> setelah itu, gantian Ahmadinejad mengantarkan
> Khatami ke mobilnya,
> saling berpelukan, dan dadah-dadahan. Padahal,
> beberapa bulan
> sebelumnya, kedua pihak sempat terlibat polemik
> panas. Gara-garanya,
> Khatami terjebak macet ketika menuju Universitas
> Teheran untuk
> menerima gelar DRHC dan mengkritik walikota Tehran
> (yang saat itu
> dipegang Ahmadinejad). Ahmadinejad membalas, “Wah,
> kok baru sekarang
> Presiden sadar bahwa masalah utama di Tehran adalah
> kemacetan? Memang
> orang-orang yang tinggal di Saadat Abad (kawasan
> elit Tehran) tidak
> akan paham kesulitan rakyat!” Polemik terus
> berlanjut, sampai
> akhirnya, kalau tidak salah, Khatami meralat
> kritikannya tersebut.
>
> Kini, di manakah Presiden baru Iran tinggal? Tetap
> di rumahnya yang
> jelek (dinding luarnya masih bata, belum ditembok)
> di kawasan Tehran
> timur (kawasan Tehran utara, tempat tinggal Khatami
> adalah kawasan
> elit dan mahal, Tehran barat, tempat kami tinggal,
> rada lumayanlah,
> Tehran timur, lebih murah lagi, dan Tehran selatan,
> paling murah).
> Petugas keamanan akhirnya terpaksa membuat posko
> keamanan di ujung
> jalan, mendata semua tetangga termasuk sanak famili
> mereka, sehingga
> orang-orang yang keluar masuk jalan kecil itu bisa
> dimonitor.
>
> Terakhir, mau tahu apa isi press release pertama DR.
> Ahmadinejad?
> Semua pihak dihimbau untuk tidak memasang iklan
> ucapan selamat di
> koran-koran dan semua kantor dilarang memasang foto
> presiden!
Sumber : http://www.aulia-ra.org
Mimpi Obama Bertemu Ahmadinejad
| Barack Obama dan Mahmoud Ahmadinejad (Istimewa) |
– Bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat, Barack Obama, pernah menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan para pemimpin negara-negara musuh Amerika. Tapi giliran dengan presiden Iran, Obama tampak ragu. Mengapa?
Boleh jadi Obama mulai mempelajari situasi politik yang terjadi di Iran belakangan ini. Saat ini posisi Presiden Mahmoud Ahmadinejad memang belum terlalu aman untuk terus bertahan. Apalagi mantan ketua perunding nuklir Iran, Ali Larijani, akan menjadi ketua baru parlemen Iran mendatang. Larijani dikenal sebagai penentang kebijakan Ahmadinejad.
Sementara Ketua Parlemen Gholam-Ali Hadad-Adel, yang pro Ahmadinejad, dilaporkan ditolak oleh para anggota baru parlemen untuk melanjutkan jabatannya.
Larijani, yang meraih kemenangan besar dalam pemilu sebagai kandidat dari kota agamis Qom, 130 kilometer di selatan Teheran, mewakili komunitas yang disebut 'kelompok revisionis konservatif'. Ini merupakan kelompok yang digunakan untuk mendukung presiden, namun secara perlahan memisahkan diri dan membentuk faksi sendiri.
Larijani mengundurkan diri Oktober lalu sebagai ketua perunding nuklir, menyusul perselisihannya dengan Ahmadinejad mengenai kebijakan nuklir. Sejak itulah ia muncul sebagai pengritik Ahmadinejad, terutama menyangkut kebijakan ekonominya yang menyebabkan inflasi tinggi.
Ini masih ditambah lagi dengan sanksi ekonomi dari PBB dan Barat, terkait dengan program nuklir Iran. Maka posisi Ahmadinejad jadi semakin sulit.
Terpilihnya Larijani sebagai ketua parlemen Iran akan menjadi isyarat utama bagi perubahan kekuatan legislatif. Perubahan ini sekaligus mengindikasikan akan semakin banyaknya tekanan parlemen terhadap Ahmadinejad dan pemerintahannya.
Dari sinilah sebenarnya keraguan Obama dapat bertemu Ahmadinejad itu bermula. Tapi ia menegaskan bahwa keinginannya untuk menemui tokoh garis keras itu tetap ada, bersamaan juga dengan pemimpin lainnya dari Kuba, Suriah, dan Venezuela, yang akan dilakukan tanpa prasyarat.
Obama menyatakan pemilu presiden Iran pada 2009 akan menjadi faktor penentu kapan pertemuan dengan para pemimpin vokal itu bakal terwujud. Artinya, Obama akan melihat siapa yang bakal tampil sebagai pemenang dalam pemilu Iran mendatang. Faktor inilah yang membuat Obama ragu pertemuan dengan Ahmadinejad itu akan terealisasi.
"Tak ada alasan mengapa kami perlu bertemu dengan Ahmadinejad sebelum kami tahu ia benar-benar tetap berkuasa. Pasalnya ia bukanlah tokoh paling berkuasa di Iran," tandas Obama saat kampanye di New Mexico, Selasa (27/5).
Sikap dan pandangan Obama itu langsung disambut kritik oleh pesaingnya dari Partai Republik, John McCain. Senator Arizona itu mengatakan perundingan dengan tokoh seperti Ahmadinejad akan menjadikan presiden Iran itu besar kepala sekaligus memberikan sinyal yang salah kepada sekutu AS di Timur Tengah, seperti Israel.
Apalagi Iran hingga kini tidak mengakui eksistensi Israel. Ahmadinejad bahkan menyebut Negeri Yahudi ini sebagai ‘mayat busuk’.
Keraguan Obama itu juga dicap kubu McCain sebagai bentuk inkonsistensi. Bahkan tim kampanye McCain menyebut Obama telah berjalan mundur. "Tahun lalu Senator Obama beberapa kali mengkonfirmasikan bahwa ia akan bertemu tanpa syarat dengan Ahmadinejad dan pemimpin Suriah, Kuba, serta Venezuela," kata juru bicara McCain, Brian Rogers.
Tapi Obama dan tim kampanyenya menegaskan bahwa seraya menunggu kemungkinan pertemuan itu digelar, perlu dilakukan persiapan di level bawah. Dalam kasus Iran, Obama mengatakan persiapan itu artinya harus ada pembicaraan di tingkat bawah terkait kejelasan mengenai keprihatinan Amerika terhadap program nuklir negeri Persia itu.
Tapi Washington juga harus rela mendengarkan perspektif Iran terkait program nuklir yang kontroversial itu. Dari sini sudah jelas, kata Obama, bahwa posisinya sangat konsisten.
"Saya sudah katakan bahwa dengan persiapan yang cukup, saya akan senang hati bertemu dengan para pemimpin dari negara berdaulat lainnya, termasuk negara-negara seperti Iran atau Korea Utara atau Venezuela," tegasnya.
"Saya sudah katakan bahwa penting untuk meyakinkan bahwa harus dimulai dengan pertemuan di tingkat bawah dan harus ada agenda yang jelas, sehingga pertemuan itu menjadi konstruktif."
Obama sebenarnya tak pernah ragu dengan kebijakannya, terutama kebijakan luar negeri. Namun yang menjadi perhatian Obama adalah setiap pembicaraan yang berpotensi menjadi kontroversi, harus disiapkan dengan sangat matang.
Jadi, pernyataan Obama itu menjadi semacam penegasan bahwa dirinya cukup mampu dan matang dalam memimpin negeri sebesar Amerika Serikat, meski pengalamannya masih minimAhmadinejad Lebih Fenomenal dari Obama
Kalau berbicara pemanfaatan internet (non tradisional media) sebagai medium kampanye pasti semua orang berkiblat kepada keberhasilan Obama dalam mendulang dukungan untuk bisa maju sebagai calon presiden Amerika. Tapi sebenarnya jauh sebelum itu seorang Ahmadinejad telah berhasil memenangkan pertarungan menuju kursi presiden Iran juga dengan strategi komunikasi non tradisional. Kenapa saya menyebutnya lebih fenomenal, karena pada saat itu belum begitu berkembang situs social networking seperti yang digunakan Obama, selain itu jika dibandingkan dana kampanye yang dimiliki maka strategi Ahmadinejad lebih efektif karena dana kampanyenya sangat minim beda jauh dengan dana kampanye yang dimiliki Obama.
Memang Ahmadinejad baru jadi buah bibir ketika sudah menjadi presiden Iran dengan nyata-nyata berani membusungkan dada melawan hegemoni Amerika. Jarang orang membicarakan bagaimana dia dapat naik menjadi presiden dan strategi komunikasi seperti apakah yang ia gunakan. Sangat minim sekali data mengenai strategi tersebut, ketika saya googling pun ternyata tidak ada satupun data yang berhubungan lagnsung dengan strategi komunikasi yang dipakai oleh Ahmadinejad. Walaupun ada satu-satunya yang bisa dijadikan sumber adalah biografi yang ditayangkan oleh Metro TV itupun lebih ke arah sepak terjang politiknya.
Diluar dari pemilihan isue yang tepat, cara meyakinkan para elit ulama Iran yang mempunyai kekuasaan tertinggi dan reputasi ketika menjadi Walikota Taheran, ada sebenarnya strategi komunikasi non tradisional yang dipakai Ahmad Dinejad untuk kampanyenya. Strategi ini diambil karena keterbatasan dana yang dimiliki dan untuk bisa bersaing dengan Rafsanjani yang di dukung oleh kekuatan finansial dan mayoritas menguasai pemberitaan media di Iran. Menurut salah seorang kenalan sewaktu diskusi tentang strategi kampanye yang menggunakan dana yang minim, cara komunikasi Ahmadinejad sangatlah patut untuk di tiru, dengan membuat sebuah video tentang kehidupannya sehari-hari ketika di kampus dan ketika menjadi walikota Taheran kemudian video tersebut disebar melalui internet dan dalam bentuk keping CD. Jangan bayangkan video yang disebar dibuat oleh agency profesional dengan kualitas dan arahan sutradara yang bagus seperti beberapa iklan Obama di youtube dan iklan-iklan calon presiden Indonesia, video tersebut dibuat secara amatir oleh teman-teman Dinejad sesama dosen. Tapi ternyata efeknya sangat besar bahkan bisa mengalahkan Rafsanjani yang menggunakan seluruh media yang ada sebagai fasilitas kampanye.
Terlepas dari sahih dan tidaknya cerita teman saya ini, kita dapat melihat apakah yang lebih penting di belakang cara itu semua. Menurut saya ketika sesuatu ingin diperkenalkan kepada masyarakat dan ingin menempatkan diri di tengah masyarakat maka kualitasnya harus benar-benar bagus. Dan itulah yang menjadi kunci kemenangan fenomenal Ahmadinejad melawan Rafsanjani, selain menggunakan cara dan strategi yang tepat, konten komunikasi yang disampaikan itu adalah hal yang benar-benar berkualitas dan menarik bagi target komunikasinya.
Jadi tertarik untuk melakukan research tentan strategi yang dipakai oleh Ahmadinejad memenangkan pertarungan politik di Iran. Dan saya tetap yakin Ahmadinejad lebih fenomenal dari Obama…
Tuesday, October 14, 2008
Presiden Nikaragua : Krisis Ekonomi di Amerika Adalah Hukuman dari Tuhan
Presiden Nikaragua, Daniel Ortega (AFP)
Presiden Nikaragua yang beraliran kiri, Daniel Ortega yang merupakan musuh berbuyutan dengan Amerika Serikat sejak era perang dingin menyatakan, Tuhan menghukum Amerika Serikat dengan krisis keuangan supaya negara itu sadar dan mengubah kebijakannya atas negara -negara miskin.
“Sangat mengherankan sebagai negara super power, mereka menghamburkan miliaran dollar dalam perang yang brutal, sementara banyak orang lain yang tidak punya cukup uang untuk memiliki rumah, ” demikian menurut mantan gerilyawan Marxist itu dalam sebuah pidato Kamis kemarin.
“Tuhan menghukum Amerika Serikat” atas kebijakan ekonomi mereka terhadap negara-negara miskin dan berkembang di seluruh dunia, menurut Ortega, yang pertama kali memerintah Nikaragua pada tahun 1980 saat partai pimpinannya Sandinista terlibat perang dengan pemberontak yang didukung oleh Amerika Serikat.
Partai Sandinista kalah pada Pemilu tahun 1990 tetapi Ortega kembali ke puncak kekuasaan pada Pemilu 2006. Sejak itu mantan pemberontak tersebut berbicara lantang menantang Amerika Serikat dengan menyebutnya sebagai “tirani” , kemudian beraliansi dengan pemimpin Amerika Latin anti Amerika lainnya, seperti President Venezuela Hugo Chavez.
Presiden Honduras, Manuel Zelaya (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Nikaragua Daniel Ortega (kiri) di depan Presiden Venezuela, Hugo Chavez (tengah) 25 Augustus 2008 (AFP)
Banyak diantara negara-negara Amerika Latin mengadopsi model kebijakan ekonomi pro pasar yang disarankan oleh Washington sejak tahun 1990, namun hal itu tidak berpengaruh besar untuk mengurangi tingkat kemiskinan.
Menurut Ortega , krisis ekonomi saat ini akan meningkatkan aliran uang masuk ke Nikaragua, karena imigran mengirimkan uang kepada keluarganya meskipun kehilangan pekerjaan di Amerika karena lesunya perekonomian.
Rakyat Nikargua yang bekerja di luar negeri mengirimkan antara US $800 juta dan US $ 1 milliar dolar per tahunnya, menurut Bank Sentral Nikargua. (reutersSBY Penyanyi Berbakat - Putin Jagoan Judo
Vladimir Putin, Pemegang Sabuk Hitam Judo.
Tanggal 7 Oktober 2008 yang lalu , Perdana Menteri Russia Vladimir Putin merelis DVD terbarunya yang berjudul “Let’s Learn Judo with Vladimir Putin” atau ” Mari Belajar Judo Bersama Vladimir Putin”. DVD Tersebut merupakan hasil dari kolaborasi antara Putin selaku pemegang sabuk hitam judo dengan beberapa penggemar Judo lainnya, termasuk juara dunia Judo dan Olimpiade, Yasuhiro Yamashita, DVD ini dibuat secara privat dan ditujukan terutama untuk orang-orang Russia yang ingin belajar Judo.
Sampul DVD "Let's Learn Judo With Vladimir Putin"
Putin juga pernah menjuarai kejuaraan Judo di daerah asalnya di kota St.Petersburg atau lebih dikenal dengan Leningrad beberapa tahun silam, dia tidak pernah sungkan untuk mempromosikan bela diri tersebut , hingga Presiden Perancis Nicolas Sarkozy tertarik untuk berlatih beladiri itu dengan Putin.
Putin Membanting Lawannya, dalam suatu demonstrasi kemampuan tahun 2000, lalu. PM Russia ini telah berlatih beladadiri sejak usia 13 Tahun
Cara Hidup sehat Putin sangat berbeda dengan pendahulunya yang terkenal suka mabuk-mabukan dan seorang peminum kelas berat, Boris Yeltsin (alm), tentu hal itu mendorong popularitasnya. “Tanpa olahraga dan hidup sehat, tidak mungkin saya dapat berbicara tentang kesehatan nasional” , ujar Perdana Menteri yang ex. KGB itu.
Boris Yeltsin Menari, kemungkinan sedang mabuk
Nah, sekarang kita melihat “bakat tersembunyi” presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanggal 28 Oktober 2007 yang lalu, SBY meluncurkan sebuah album yang tulis sendiri, berisi 10 lagu “Rinduku Padamu” ini merupakan kumpulan lagu yang ditulis SBY sejak dia terpilih menjadi Presiden RI, 2004 yang lalu.
- Seseorang Melihat Sampul Album SBY
Pernah suatu ketika SBY menulis sebuah lagu saat dalam perjalanan menuju Australia untuk menghadiri pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). “Ditengah-tengah kesibukan, saya perlu mengekspresikan perasaan saya selaku manusia biasa” demikian menurut SBY, ternyata SBY sorang Jenderal yang cukup sentimentil juga
Tidak hanya SBY saja yang selaku Jenderal mempunyai bakat menyanyi, Wiranto yang juga purnawirawan Jendral dan menjadi kandidat pada Pilpres 2009 mendatang telah melakukan hal serupa, dengan merilis lagu romantis
